Blog yang Saya ikuti

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2021

KELAJUAN, KECEPATAN, GLB, GLBB

Bismillah. 

Murid-murid, setelah menyimak penjelasan tentang Jarak, Perpindahan, Kelajuan, dan Kecepatan, yuk isi LEMBAR KERJA DIGITAL 2

💨

Murid-murid, mari kita pahami lebih lanjut tentang GLB dan GLBB dengan SEMANGAT!!! 

Mula-mula, kamu bisa tonton video ini : Paham GLB GLBB

Alhamdulillah, sekarang kamu sudah tambah Paham kan tentang GLB dan GLBB? 

BAGUS! 😊

Jika kamu masih belum paham, ulangi lagi menonton video tadi ya! 😊 

Ulangi sampai tambah Paham 👍


Lanjuuuut 🚀

Yuk Tonton video ini: BBC FREE FALL DEMO

Pada video ini, diperlihatkan bola Bowling yang beraaat, jatuh secara bersamaan dengan bulu putih. 

Peristiwa ini dinamakan dengan GERAK JATUH BEBAS. 

Gerak Jatuh Bebas terjadi akibat tarikan GAYA GRAVITASI BUMI, yang menghasilkan PERCEPATAN GRAVITASI sebesar 10 meter / sekon^2 (10 meter per sekon kuadrat). 

Gerak Jatuh Bebas adalah peritiwa yang merupakan contoh GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN. 

Contoh lain dari GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN yaitu kendaraan yang diREM perlahan, sehingga kecepatannya berkurang secara beraturan. 

Bisalah kamu cari lagi contoh lainnya? 


Sampai sini dulu ya pembahasannya. 

Untuk bahan evaluasi harian, isilah ini ya LEMBAR KERJA DIGITAL 3


TERIMAKASIH untuk Semangat Belajarnya! 😊

semoga kita bisa ketemu di waktu dan tempat yang baik.






Jumat, 07 Agustus 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI (contoh RPP)

Strategi Pembelajaran                         : Inkuiri
Model Pembelajaran                           : Instruksi Langsung
Metode Pembelajaran                        : Demonstrasi, Ceramah, Tanya Jawab, Praktikum, dan Proyek Berkelompok

RINCIAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN
Pengaturan Skema                              : Siswa duduk membentuk sebuah lingkaran besar
Aktivitas Pembuka                              :
1.  Guru memotivasi siswa dengan mengajak siswa bersama-sama menyerukan jargon belajar Fisika: Saya Yakin! Saya Bisa! Belajar Fisika itu Seru!
2.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang ingin dicapai
3.      Guru menanyakan, ‘mengapa benda bisa berotasi?’ (brain storming)

Aktivitas Inti
1.      Beberapa siswa melakukan demonstrasi sederhana dengan menggunakan teaching aid  (alat bantu mengajar/alat peraga) dan dibantu arahan dari guru
2.      Guru membuka kegiatan tanya-jawab dengan menanyakan, ‘apa perbedaan gerak rotasi saat jari-jari rotasi besar dan kecil?’; ‘bagaimana hubungan gaya, jari-jari, dan kecepatan benda yang berotasi?’
3.      Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru  
4.      Siswa memerhatikan penjelasan dari guru terkait kegitan demonstrasi
5.      Guru memberi ceramah tentang besaran-besaran fisis pada gerak rotasi
6.      Siswa mengaplikasikan formula menghitung besaran-besaran fisis dalam gerak rotasi, dengan mengerjakan beberapa latihan yang diberikan guru
7.      Siswa memerhatikan demonstrasi Mousetrap Car yang dilakukan guru 
8.      Guru memberikan instruksi tugas proyek membuat Mousetrap Car
9.      Siswa membentuk kelompok proyek Mousetrap Car

Aktivitas Penutup
1.      Siswa memberikan rangkuman pembelajaran (secara lisan)
2.      Guru dan siswa bersama-sama memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif berpartisipasi selama pembelajaran

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI

Strategi Pembelajaran Inkuiri merupakan strategi yang tepat diterapkan pada pembelajaran Fisika. Nah, saya pun lebih senang jika menjalankan pembelajaran di kelas dengan Inkuiri, terlepas dari Apapun NAMA Kurikulumnya. Jadi, di sini saya mau bagi-bagi pengalaman saya mengajar Fisika (tingkat sekolah menengah) secara Inkuiri.

Pertama, saya mau bagi-bagi Konten RPP yang pernah saya kerjakan.
Untuk kelas-kelas yang terasa kurang ada 'spirit' ketika pembelajaran akan dimulai, maka, ada baiknya, setelah memulai pembelajaran dengan berdoa, kemudian diikuti dengan Aktivitas Pembuka seperti berikut:

1. Mengajak siswa bersama-sama menyerukan jargon (selayaknya di sebuuah Training Motivation ala ES ^_^ ): Saya Yakin! Saya Bisa! Belajar Fisika itu Seru! Yes! Yes! Yes!

2. Menyampaikan suatu Teka-teki 'Plesetan' yang berhubungan dengan Fisika. 

Jika kelas sudah terasa bersemangat, maka selanjutnya adalah memberikan BRAIN STORMING, yaitu berupa pertanyaan yang bisa mengundang rasa penasaran siswa. Misalnya:

1. Mengapa awan tidak jatuh ke bumi, meskipun awan itu besar? 

2. Mengapa langit warnanya biru? 

3. Mengapa bulan terlihat di siang atau sore hari?

Begitulah, dan sebagainya. Lalu, biarkan siswa-siswa memberikan/mengemukakan jawaban mereka masing-masing.

Setelah Brain Storming, maka mulailah bawa pembelajaran pada Aktifitas Inti, dengan metode DEMONSTRASI. Demonstrasi bisa dilakukan dengan bantuan alat peraga, atau dengan mengajak siswa memperagakan sesuatu. Misalnya mengerjakan aktivitas seperti pada gambar berikut:





(bersambung)


Senin, 27 Juni 2011

Totto-Chan

Buku itu berjudul Totto-Chan. Sampul buku itu berwarna putih dan bergambar seorang gadis kecil mengenakan pakaian tebal berbulu yang berwarna putih, dengan topi serta sepatu hitam. Buku itu dicetak hardcover, namun tetap ringan dibawa.

Jika kita lihat judul buku dan nama penulisnya yaitu Tetsuko Kuroyagi, dengan cepat dapat kita terka bahwa kisal di buku tersebut berasal dari negeri Sakura (Jepang) yang sudah diterjemahkan. Totto-Chan adalah nama seorang gadis kecil yang bersekolah di kelas satu, sekolah dasar. Umur Totto-chan baru 7 tahun. Namun, penglaman hidupnya banyak sekali. Totto-chan punya rasa ingin tahu yang besar, sampai-sampai guru sekolah dasar biasa pun tak sanggup menghadapi tingkahnya. Hingga ia harus berpindah sekolah ke Tomoe-Gakuen, yaitu sebuah sekolah yang dirancang berbeda dari sekolah pada umumnya. Tomoe-Gakuen memiliki beberapa gerbong kereta yang tak terpakai, sebagai ruang kelas. Tomoe-Gakuen menjalankan kegiatan belajar yang berlandaskan pada keinginan siswa usianya. Totto-chan merasa sangat senang bersekolah di sana. Banyak hal-hal menarik yang ia dapatkan, yang berbeda dari sekolahnya yang lama.

Kisah-kisah menarik Totto-chan selama menjalani hari-harinya di Tomoe-Gakuen, ditulis dengan ringan, bahasa yang sederhana namun sarat makna. Buku ini cocok dibaca oleh para guru dan calon guru, agar membuka sudut pandang guru terhadap siswanya yang terkadang terkotak-kotak oleh sistem pendidikan. Banyak inspirasi bisa diambil dari pemikiran kepala sekolah Tomoe-Gakuen. Buku ini pas untuk dibaca di waktu istirahat ataupun diperjalanan, karena isinya sangat santai, menarik, dan lucu.

Senin, 25 April 2011

Teknik Pembelajaran dalam Cooperative Learning

Judul Buku: Cooperative Learning
Penulis: Anita Lie
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2010

Seperti yang tergambar pada judulnya, buku ini membahas tentang cara-cara mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang kelas. Sebenaranya, buku ini sangat bagus bagi para mahasiswa jurusan pendidikan. Salah satu bagian yang saya suka dari buku ini adalah BAB 7 Teknik-teknik Pembelajaran Cooperative Learning. Terdapat banyak teknik dibahas pada bagian ini.

1. Mencari Pasangan
Dari namanya saja sudah menarik ya! Hehehe...
Pada teknik ini, guru menyiapkan beberapa kartu yang berisikan konsep / materi pelajaran apa saja. Kemudian, setiap siswa mendapat satu kartu dan mencari pasangan yang memiliki kartu yang cocok dengan miliknya. Misal: pemegang kartu 2+5 berpasangan dengan kartu 10-3 atau 21:3.

2. Bertukar Pasangan
Awalnya, guru membentuk pasangan-pasangan siswa dan diberi tugas berpasangan. Kemudian menggabungkan pasangan satu dengan yang lainnya. Kedua pasangan, saling bertukar pasangan dan menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Temuan baru yang didapatkan dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.

3. Kepala Bernomor
Siswa dibagi dalam kelompok dan setiap siswa dalam setiap kelompok mendapatkan nomor. Guru memberikan tugas, dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Guru memanggil salah satu nomor. Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka.

Selain tiga buah teknik yang disebutkan di atas, ada pula teknik yang diberi nama Berkirim salam dan soal, Berpikir-Berpasangan-Berempat, Dua Tinggal Dua Bertamu, Jigsaw, Kancing Gemerincing, Keliling Kelompok, Keliling Kelas, Tari Bambu, Lingkaran kecil Lingkaran besar, dan Kepala bernomor Terstruktur.
Jadi, selamat membaca bukunya dan selamat mempraktekan ilmunya. ^^

Jumat, 15 April 2011

Penelitian Tindakan Kelas

Judul Buku: Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru
Penulis: Kunandar, S.Pd, M.Si.
Penerbit: Rajawali Pers
Tahun: 2008
Tempat: Jakarta
Tebal: 311 halaman

Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) merupakan bagian dari penelitian tindakan (Action Research). Sementara itu, kita perlu tahu tentang pengertian penelitian. Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah dan atau teknologi baru, membuktikan kebenaran, atau ketidakbenaran hipotesis hingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala sosial.

Penelitian tindakan memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari PTK karena objek penelitian tindakan tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi bisa di luar kelas, seperti sekolah, organisasi, komunitas dan masyarakat. Salah satu dari sekian pendapat mengenai pengertian Penelitian Tindakan yaitu yang dikemukakan oleh Kurt Lewin: Penelitian Tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Terdapat tiga prinsip penelitian tindakan, yakni (1) adanya partisipasi dari peneliti dalam suatu program atau kegiatan; (2) adanya tujuan untuk meningkatkan kualitas suatu program atau kegiatan melalui penelitian tidakan tersebut; (3) adanya tindakan ( treatment) untuk meningkatkan kualitas suatu program atau kegiatan. Mengacu prinsip tersebut, Penelitian tindakan dapat didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan yang dilakukn oleh guru sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi)dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefreksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu kualitas pendidikan pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus.

Jumat, 11 Maret 2011

Guru = Aktor Film

judul film : The story of Physics at classroom
Pemeran utama : Guru Fisika
Skenario : RPP
Lokasi syuting : Sekolah Menengah Atas
Sutradara : Guru Fisika

Ternyata, jadi seorang guru sama seperti jadi aktor film (XD I Like It). Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru lah yang jadi pusat perhatian dan harus bisa menarik perhatian seluruh siswa yang ada. Artinya, guru lah yang menjadi peran utama di kelas. Guru juga harus memotivasi siswa agar terus menerus menyaksikan 'Film' yang berupa pembelajaran di kelas. Malahan, lebih keren jadi guru. Karena, skenario filmnya dibikin sendiri pula, yaitu berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP harus bisa membuat siswa-siswa dapat belajar dengan baik dan aktif, serta harus bisa mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. WOW! That's great! ^^

Di ruang kelas, selain sebagai pemeran utama dan penulis skenario, guru juga merangkap sebagai sutradara bagi siswa-siswa, yang mengatur jalannya aktifitas kelas sebaik mungkin, sehingga suasana belajar selalu tercipta dan kondusif.

Kata-kata guru, tidak boleh datar, monoton, atau meluas. Kata-kata guru harus fokus, terarah, jelas, dan MENARIK. Menarik bagi siswa adalah hal penting yang harus bisa dilakukan guru saat menjalankan kegiatan belajar mengajar di kelas, ibarat seorang aktor film yang aktingnya harus menarik perhatian penonton.

Terlebih lagi, untuk pelajaran Fisika yang sampai saat ini belum banyak diminati siswa, seorang guru Fisika punya peran yang lebih besar lagi dibandingkan guru lain. Stigma negatif dari siswa tentang Fisika, menjadi tantangan tersendiri bagi guru Fisika. Tapi, di sini, guru Fisika tidak menggunakan jasa Stuntman atau peran pengganti. Guru Fisika harus bisa merancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar Fisika dengan menyenangkan dan bisa dipahami dengan baik oleh siswa.

Selamat berjuang menjadi guru. :)

Minggu, 20 Februari 2011

Metode Penelitian Pendidikan (copas)


Metode Penelitian Pendidikan

Senin, 17 Januari 2011

Sisi Pendidikan

Setelah lima semester kuliah di jurusan Pendidikan Fisika, ternyata baru ini tulisanku tentang Pendidikan. Aku baru sadar, pagi ini, bahwa aku harus punya sebuah tulisan tentang pendidikan. Bagaimana pandanganku terhadap dunia pendidikan? Bagaimana dunia pendidikan yang ada saat ini? Bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia? Masih banyak hal yang perlu ku ketahui tentang pendidikan. Maka, aku harus memulai menuliskan tentang pendidikan itu dari sekarang.

Pendidikan
Sebuah dunia kecil, yang punya dampak besar bagi kemajuan suatu bangsa. Sejarah menyampaikan bahwa Indonesia pernah menjadi panutan bagi Malaysia dalam dunia pendidikan. Tersiar kabar bahwa dahulu kala, banyak pelajar Malaysia yang menempu pendidikan ke Indonesia. Entah bagaimana, saat ini justru pelajar Indonesia yang pergi ke luar negeri, termasuk ke Malaysia, untuk menempuh pendidikan.

Mengingat pesan seorang jendral di negeri sakura, Jepang, seusai kejadian pengeboman Hiroshima-Nagaski, yaitu "berapa jumlah guru yang masih hidup?", menunjukkan arti pentingnya pendidikan bagi mereka dan harusnya juga bagi kita.

Saat ini, pendidikan Indonesia menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Selama satu semester saya mempelajari tentang KTSP ini, kesimpulan saya adalah KTSP memiliki kerumitan tersendiri yang harus dipahami secara mendalam oleh setiap pelaku pendidikan, agar tujuan pendidikan yang sebenarnya, yaitu mencerdaskan bangsa, dapat terwujud. Bangsa cerdas, yang diharapkan mampu membawa kemajuan bagi Indonesia serta dapat mewujudkan kesejahteraan bangsanya sendiri. Bangsa yang dapat mengolah sumber daya alamnya sendiri, bangsa yang dapat memelihara tanah airnya, bangsa yang dapat memenuhi kebutuhan bangsanya, bangsa yang memiliki kemajuan teknologi dan industri, bangsa yang sejahtera, adil, dan makmur, adalah bangsa yang cerdas. Pendidikanlah yang berperan penting dalam kecerdasan bangsa.

Dan hal tersebut pun, baru-baru ini saja aku sadari, setelah lima semester menggeluti kuliah pendidikan. Sehingga, aku perlu meningkatkan pula kesadaran masyarakat agar mau ikut berperan aktif dalam dunia pendidikan, mencerdaskan bangsa. Langkah awalnya, melalui tulisan singkat ini, yang semoga akan terus berkembang lebih baik lagi, untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Insya Allah.