Blog yang Saya ikuti

Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Simple but Sweet

I thought i just met little angel this afternoon. At the end of the class where i teach, i give a remedial test for some students that got bad scores. One by one, students finished their test until there was Alvin left.

Alvin is a boy student that good in speaking English in daily conversation but sometimes i didn't understand what he talking about because the pronunciation is not clear. One day, he sleeping in my class and i remind him. Starts from that time, he often come to me to talking (complained) about the lesson that he felt too much.

Other teacher that also teach Alvin, told me that he comes from exclusive primary school where their curriculum is different with regular school and that he a little bit 'backwardness'. May be, that is why he feel difficult to follow the lesson in the class and he got many complain from teacher, including me, because his score is bad. But, actually, i give my excuse to him.

This afternoon, when he did his remedial test (alone / without a friend), i saw he cannot finished his task by his self. So that, i lead him to solve the problem. Carefully, Alvin listened to my direction.

In the middle of that time, he 'drooling' and then he said to me, " i'm sorry if i often gape in the class ".

i feel so touched when i hear his statement. T~T Subhanallah.
And i said, " that's okay Alvin. but close your mouth by your hand whenever you 'yawn'. okay!"

And after he finished his test, he run excitedly to his young sister that already waiting for him to go home together.

Alvin, you are a good and honest boy. and i can feel that you love your sister so deep. And Alvin also have a big spirit to study even though it's hard. and i love it. Subhanallah. Alvin's statement of his apologies is simple but sweet. I thought i just met little angel this afternoon.
I hope you get happiness in your life and i wish you get all the best Alvin! :')

Kamis, 28 April 2011

Asma Allah

Rahim
Karimun
'Adim
'Alimun
Halim
Hakimun
Matin

Mannan
Rahmaanun
Fattah
Gaffarun
Tawwab
Razzaqun
Syahid

Allahuma shalli 'ala Muhammad wa ali Muhammad
Ya Muslimin shallu alayh

Allahuma shalli 'ala Muhammad wa shahbi Muhammad
Ya Mu'minn shallu alayh

Latif
Khabirun
Sami'
Basirun
Jalil
Raqibun
Mujib
Ghafuur
Syakuurun
Waduud
Qayuumun
Ra'uuf
Shabuurun
Majid

Allahuma shalli 'ala Muhammad wa ali Muhammad
Ya Muslimin sallu alayh

Allahuma shalli 'ala Muhammad wa shahbi Muhammad
Ya Mu'mineen shallu alayh

Allahu Akbar Allahu Akbar
La ilaha illa hu
Al Malikul Quddus

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya Rahmanul irham da'fana

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya Ghaffaru ighfir dhunubana

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya Sattaru ustur 'uyubana

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya Mu'izu a'izza ummatana

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya Mujibu ajib du'aana

Allahu Akbar Allahu Akbar
Ya latifu ultuf bina

Rabu, 12 Januari 2011

aku ingin (karya Sapardi Djoko Damono)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..



road to hijrah

...bagi Nabi Muhammad, wahyu adalah satu-satunya bekal untuk menghadapi beratnya medan perjuangan. Wahyu laksana minuman pelepas dahaga sekaligus hiburan dari Kekasih Tercinta (Sayyid Quthb)

"Seorang muhajir (yang berhijrah) adalah siapa saja yang meninggalkan segala yang dilarang Allah." (Shahih Bukhari 1:53)

"Segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya, aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Janganlah kamu mengadakan tuhan selain Allah. Sesungguhnya, aku seoranag pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu." (Q.S. Adz-Dzaariyat [51]:50-51)

Hari ini

7 Januari 2011

...apa yang terjadi, biarlah terjadi...

Perjalanan hidup menghasilkan banyak pelajaran berharga untuk kita gunakan saat ini dan seterusnya, agar ada perbaikan diri.

'Gak perlu repot-repot, memusingkan apa kata orang, yang belum tentu kenal dengan kita, Rasul mengajarkan kita untuk jujur. Yang penting, ingat bahwa Allah Maha Melihat semua perbuatan kita. Sehingga, yang harus dipilih adalah melakukan Hal-Hal Baik menurut ketentuan Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kisah Seorang Ibu Memasak Batu

Suatu malam, menjelang dini hari, Khalifah Umar ra. melakukan kebiasaan rutinnya, berjalan diiringi pengawal, "memata-matai" nasib rakyatnya, bahkan seringkali sampai ke wilaah pinggirn kota. Disebuah dusun kecil terpencil, sayup-sayup telinga Umar menangkap suara tangis bocah. Tak lama kemudian, tangisan berhenti, namun sebentar kedengaran lagi. Begit seterusnya, sebentar bunyi, sebentar berhenti, bahkan kadang-kadang dengan suara memilukan hati.

Setelah Umar yakin arah suara tangis, pelan-pelan dia mendekati rumah gubuk, darimana tangis diyakini tersembunyi. Gubuk itu terbuat dari kulit kayu, sangat sederhana bahkan bolong disana-sini, sehingga dari luar orang dapat melihat tentang apa yang terjadi di dalamnya. Tampak seorang ibu, dengan wajah sendu menghadap ke sebuah tungku di atas panggangan api, persis seperti sedang memasak sesuatu. Sesekali ia menghadap tungku dan mengaduk-aduk sesuatu dalam kuali, namun sesekali lain mulutnya bicara pelan, melipur hati sang putra, "Diamlah wahai anakku. Tidurlah kamu sesaat, sambil menunggu bubur segera masak."

Mendengar hibur sng ibu, si bocah dapat tertidur sesaat. Namun, tak lama bangun lagi, dan si anak menangis lagi. Si ibu kembali berlagak, pura-pura mengaduk tungku sambil menghibur pilu., "Diamlah wahai putraku. Tidurlah kamu, ibu sedang memasakkan makanan untukmu."
Peristiwa itu terjadi berulang kali.

Melihat adegan ganjil ini, Khalifah umar ra. penasaran lantas bertanya dalam hati: apa gerangan yang dimasak itu? Dan kenapa olahan si ibu tak kunjung masak? Umar pelan-pelan mendekat, lantas tangannya mengetuk pintu pelan di daun pintu sambil mengucapkan salam, "Assalamu'alaikum." Si ibu menjawab, "Wa'alaikumsalam," sembari membukakan pintu. Barangkali ia bertanya dengan penuh curiga, "untuk apa tengah malam ada lelaki asing bertamu ke rumahnya?"

Umar lantas bersegera melontarkan pertanyaan tentang apa yang sedang di masak si ibu, dan apa penyebab si putra tak henti-hentinya menangis pula. Dengan sedih pilu, si ibu menceritakan keadaannya, bahwa anaknya menangis karena kelaparan, dan yang diolah pun hanya sebongkah batu dengan tujuan untuk menghibur si anak belaka. Sebagai akhir cerita, si ibu dengan nada gemas kecewa lantas berkata, "Celakalah Amirul Mu'minin Umar Ibnul Khottob, yang membiarkan rakyatnya kelaparan."

Umar segera pergi, sambil meangis dalam hati, memohon ampun pada Ilahi, karena telah teledor dalam memimpin, sehingga ada rakyat lapar luput dari perhatiannya. Buru-buru ia pulang, mengambil dan memanggul gandum, lantas berjalan tertatih-tatih kembali menuju rumah ibu - anak yang kelaparan tadi.

Pengawal tak tega melihat Umar -- Khalifah sebuah negara kaya dengan wilayah membentang dari Hijaz di Saudi Arabia, bakan sampai Syam (Suriah) dan Mesir segala -- mengangkat sendiri karung gandum di tengah malam yang gelap gulita. Pengawal lantas menawarkan diri untuk menggantikannya, "Wahai Amiru Mu'minin, biar aku sajalah yang mengangkat karung ini."

Dengan terengah-engah Umar enggan memberiknnya, bahkan berkata, "APaka kalian mau menggantikanku menerima murka Allah akibat membiarkan rakyatku kelaparan? Biar aku sendiri yang memikulnya karena ini lebih ringan bagiku dibanding siksaan Allah di akhirat nanti."

Akhirnya, sampailah Umar di rumah gubuk tadi. Sang Amirul Mu'minin lantas memasakkan sebagian gandum yang dibawanya, dan menyuruh ibu cukup menenangkan anaknya saja. Singkat kata, setelah bubur masak-tanak, ank-ibu penghuni gubuk dipersilahkan makan sekenyangnya.

Sejurus berikutnya, Umar pamit dengan tak lupa berpesan agar esok harinya anak dan ibu datang ke Baitul Mal menemui Umar untuk mendapatkan jatag makan dari negara. Ibu itu pun mengucapkan terima kasih, "Engkau lebih baik dibanding khalifah Umar," demikian ucapnya.

Umar pamit dengan segala bahagia dan duka campur aduk dalam dada. Sehari kemudian, datanglah ibu itu ke Baitul Mal, untuk meminta jatah tunjangan pangan bagi diri dan anaknya, Umar menyambut dengan senyum bahagia. Ketika ibu itu menyadari bahwa orang yang membantunya di malam buta adalah Umar sang Amirul Mu'minin, si ibu kontan terbelalak, kaget, gugup dan malu campur aduk di dada. Tetapi, manusia saleh, sederhana, Umar ibnul Khottob justru mendekat sambil mengatakn permohonan maafnya akibat teledor sehingga si ibu dan putranya kelaparan, justru lepas dari perhatian.

sumber : Kisah dan Hikmah 3

Selasa, 17 Agustus 2010

Ramadhan

Assalamualaikum wr.wb Sahabatku Rahimakumullah, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah SAW selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah 'pesan... Nabi SAW yang sangat monumental dalam menyambut tibanya bulan suci Ramadhan!

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Suci Ramadhan
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia!
Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”
Jawab Nabi SAW: “Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih. Semoga Bermanfaat ya Jakarta, 28 Juli 2010 Billahit taufiq wal hidayah Wassalamualaikum wr.wb Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im) "Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu"

Minggu, 15 Agustus 2010

Kematian

Waktu itu, saya mengikuti perkuliahan "Fisika Modern" oleh Pak Cecep Rustana. Masih teringat olehku, beliau membahas tentang makna sebuah kematian dari segi agama Islam dan juga dari segi ilmiahnya. Fisika Modern memang banyak membahas mengenai cahaya, kecepatan cahaya, dan relativitas waktu. Dan, ternyata, beliau menerangkan bahwa sebenarnya di dalam al-Qur'an dijelaskan mengenai relativitas waktu antara dunia dan akhirat, juga mengenai jagad raya.

Kematian adalah hal yang paling dekat dengan manusia. Begitulah pemahaman yang saya dapatkan dari seorang guru ngaji saya. Sebegitu dekatnya kematian itu, sehingga manusia tidak bisa melihatnya. Dan semua manusia pasti akan mengalami kematian.

Dalam perkuliahan itu, saya mendapatkan pemahaman bahwa kematian merupakan sebuah proses yang menjembatani manusia berangkat dari dunia menuju akhirat, dimana manusia harus meninggalkan jasadnya di bumi. Hal ini dikarenakan, jasad manusia yang diciptakan Allah SWT dari tanah, tidaklah sanggup untuk menempuh sebuah perjalanan jauh menuju akhirat, yang berjarak hingga beribu tahun kecepatan cahaya. Sehingga, setelah ruh manusia terpisah dari jasadnya, ruh manusia dapat menuju akhirat dengan kecepatan yang sangat sangat tinggi.

Dan hari ini, penjelasan dari acara talkshow kickAndy yang membahas tentang mati suri, memperkuat pernyataan tadi. Yaitu ketika seorang yang pernah mengalami mati suri mengatakan bahwa ia sempat berada di suatu alam yang dimana ia berlari dengan cepat menuju cahaya yang penuh kemuliaan, sebelum akhirnya ia kembali ke dunia.

Allah SWT menurunkan al-Qur'an kepada kita adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia. Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Allah Maha Mengetahui.
Marilah persiapkan kematian. Karena kematian begitu dekat.
Wallahu a'lam bi ash-shawab.