Blog yang Saya ikuti

Sabtu, 15 Januari 2011

Pengamen dan Pengemis tua

Seorang pemuda, kini hanya menyanyi. Menyanyi dari bis ke bis, di jalan-jalan raya. Sejak pagi hingga petang, tak jemu ia lakoni peran sebagai pengamen jalanan. Suatu ketika, di bulan ramadhan, terlihat pemuda itu dengan lapang memberi sebagian hasil mengamennya kepada seorang pengemis tua. Pengemis yang setiap hari setia duduk di pinggir jalan, mukanya sumringah dan hampir menangis. Sambil berlalu, pemuda itu berkata kepada pengemis, "doa'in ya". Kemudian, si pengemis tua menadahkan tangannya ke langit, dan berdoa. Meskipun sebenarnya, pemuda itu tak mendengar apa yang diucapkan pengemis dalam do'anya. Namun, pemuda itu tak sedikitpun menampakkan suatu keragu-raguan dalam langkahnya.

Subhanallah. Sungguh indah pemandangan tadi. Dimana pemuda itu masih menyempatkan diri untuk berbagi kepada si pengemis tua. Dimana pengemis tua begitu bersyukur, walau hanya mendapat beberapa kepingan uang koin. Dimana kini adalah bulan ramadhan. Sebuah siluet kehidupan menawan di hiruk pikuk sore jalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar