Blog yang Saya ikuti

Sabtu, 10 Juli 2010

Buku catatan kuning

Jam 2 malam, namun Kelvin masih berada di kursi belajarnya menatap buku-buku yang harus ia pahami, dan besok adalah hari ujian bedah baginya. Dalam kesunyian dan hening ditemani cahaya lampu manis di meja, tersorot oleh matanya, sebuah buku catatan kuning di sudut rak buku. Terlintaslah rasa ingin tahu dalam benak Kevin. Lalu, diambilnya buku catatan kuning itu yang ternyata bertuliskan ‘semoga sukses selalu’ di sampul. Kelvin pun tersenyum mengingat suatu kenangan indah. Ketika hendah membuka lembar buku itu, terjatuh sebuah kertas di lantai. Hanya sebuah foto dalam sebuah acara keluarga. Acara silaturahmi antar keluarga dari kerabat kerja ayahnya yang berlangsung 7 tahun lalu, membuat hangat hatinya. Kevin tak dapat meng-elak dari menghayati orang-orang yang ada di foto itu. Hingga sampai pada gambar seorang perempuan remaja yang berdiri di belakangnya. Wajah ramah dari gadis lugu itu membuat Kevin kagum. Kevin ingat bahwa si gadis adalah anak kerabat dekat sang ayah. Sementara, nama si gadis tak langsung muncul di ingatannya. Sebenarnya, Kevin ingin mencari tahu nama gadis itu. Namun waktu sepertiga malam hampir habis. Kelvin masih harus melanjutkan belajarnya dengan diselingi shalat malam. Diletakkannya lagi buku itu.

Sinar di ufuk, datang

melintas jendela kamar

lantunan adzan

juga kicau burung

tersapu angin ke telinga

pagi memesona

Tibalah ujian patologi. Semua usaha yang telah Kelvin lakukan, kini diuji selama 2 jam 30 menit, terhitung sejak jam 9 pagi ini. Detik dan jam pergi perlahan mengiringi Kelvin menjalani ujian hingga selesai.

Berakhirlah sudah masa ujian akhir semester yang berganti masa liburan. Setelah meninggalkan kampus, Kelvin segera menuju kos, lalu mengepak baju dan beberapa barang untuk dibawa pulang. Gelora hatinya kian berbunga membayangkan rumah serta orang tua yang tak lama lagi ia temui, setelah satu tahun merantau demi menimba ilmu. Sedikit demi sedikit, tas Kelvin semakin penuh. Kelvin lihat lagi ke seluruh ruangan kamar kosnya, mengecek kembali apakah ada yang masih ingin ia bawa. Kemudian, buku catatan kuning itu pun menjadi barang pilihan terakhir yang dibawa Kelvin pulang.

Perjalanan 5 jam, harus ditempuh Kelvin dengan kereta bisnis supaya ia bisa tiba di rumah. Di dalam gerbong pertama kereta, terlihat cukup ramai. Tapi Kelvin hanya duduk sendiri di kursi. Menatap pemandangan ke luar jendela; pegunungan, sawah, dan sungai, mengingatkan Kelvin pada buku catatan kuning di dalam tasnya. Foto yang ia lihat semalam pula yang membuat Kelvin penasaran ingin segera membacanya. Lalu, dibukalah buku catatan kuning itu, per helai. Isi buku itu hanya catatan hidup Kelvin selama setahun. Dan dengan senang, Kelvin dapat menemukan nama si gadis di foto yaitu Annisa Batari Liyana atau biasa dipanggil ‘Tari’. Pertemuan terakhir Kelvin dengan Tari terjadi 5 tahun lalu, saat Kelvin dirawat di rumah sakit karena terserang demam berdarah. Tiga tahun menjalani kuliah kedokteran di Bandung, Kelvin benar-benar tak tahu menahu dengan kabar Tari. Sehingga, Kelvin memutuskan untuk mengunjungi Tari setibanya di Jakarta.

Senin, 05 Juli 2010

Liburan 2 bulan lebih

Kalau sudah jadi mahasiswa, ada suatu waktu liburan panjang sampai hampir 3 bulan. Waktu liburan itu sengaja diberikan untuk memperbaiki nilai mata kuliah dengan sistem Semester Pendek (SP). Alhamdulillah, kita tak harus menjalani SP. Namun ada pula beberapa mahasiswa yang mengambil SP untuk mempercepat kuliah, dengan mata kuliah yang harusnya diambil di semester depan.

Terus, buat kita yang tidak ikut SP, butuh persiapan liburan nih! Pasalnya, sayang banget kalau waktu liburan yang hampir 3 bulan ini berlalu begitu saja, atau bahkan lewat dengan membosankan. Jadi, ayo pikirkan kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan di masa liburan panjang ini.

Liburan biasanya membawa kita berada di rumah lebih lama dari hari perkuliahan biasa. Rumah memang sangat nyaman buat kita untuk sekedar bermalas-malasan menonton tv atau sekedar browsing internet. Nah, alangkah baiknya memulai liburan seru kita dari rumah. Coba deh, perhatikan kondisi rumah yang sudah lama sekali kita tinggali ini. Perhatikan lebih detail lagi. Lihat tuh! Ada debu-debu bertebaran dimana-mana. Selagi banyak waktu, bersih-bersih rumah sendiri wajib di coba nih! Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi? hehehe...

Sekarang, rumah sudah lumayan bersih (karna bersih-bersihnya cuma sebentar, jadi cuma sampai tahap 'lumayan' deh), kita lanjutkan langkah ke luar rumah alias halaman kita. Waaah! Ternyata disana gersang dan panas. Apalagi sedang musim kemarau gini. Iseng-iseng mengasah kemampuan berkebun kita boleh juga lho! Bagi kita yang pemula dalam hal ini, bisa memulainya dengan membeli beberapa tanaman sederhana seperti melati, bunga pagi sore, atau mawar. Kemudian, beberapa tanaman tadi bisa dengan mudah kita letakkan di pot-pot kecil atau di tanam di tanah. Kalau mau membuat suasana lebih rindang dan teduh, bisa kita tambahkan tanaman seperti pohon cemara atau kembang sepatu. Meskipun sedikit berkotor ria, tapi hasilnya gak mengecewakan kok! Halaman rumah jadi lebih asri dan indah kan!

Setelah berkebun, badan rasanya pegel-pegel gimana gitu. Biar fresh lagi, langsung mandi ya! Kalau masih terasa capek, pergi ke salon untuk sekedar facial, creambath, atau mungkin mau massage ringan juga oke! Eh,eh, ternyata uang di dompet gak cukup buat ke salon ya? Tenang Sob, tinggal beli aja koyo untuk pegal linu yang harganya muraaah. Atau bisa langsung panggil mbok jamu yang lewat depan rumah deh, tinggal pesan jamu pegal linu kan! Hohoho… ^o^

(catatan : berkebun juga membakar kalori lho! lumayan kan sekalian ngurangin berat badan. wkwkwk…. :D)


Kita lanjutkan ke rencana berikutnya!

Kali ini, khusus buat kamu, kaum hawa. Yups, belajar memasak! Membuat jadwal masak harian bersama ibu tercinta adalah langkah awal yang baik. Menyusun menu makan harian ternyata cukup membingungkan juga ya. Jadi muncul rasa bersalah nih, karna kadang mengeluh bosan dengan menu harian. Tapi, itulah gunanya kita belajar saat liburan ini. Jika menu sudah tersusun rapi, berarti waktunya siap-siap pergi belanja ke pasar. Kalau mau lebih seru lagi, coba deh pergi belanja sama Papa. Pengalaman saya sih, belanja sama papa punya kesan berbeda. hehehe.... (niat ide isengnya muncul lagi XP).