Blog yang Saya ikuti

Selasa, 16 Oktober 2012

kelas hari ini

Students, before we study, let's pray together. Pray begin!
begitulah caraku memulai kelas hari ini. Karena sedikit terlambat masuk kelas karena satu dan lain hal, aku tak ingin memperkeruh suasana kelasku pagi ini dengan membahas tentang nilai-nilai ulangan maupun tentang remedial yang mereka lakukan kemarin, setelah mereka sempat memprotes keterlambatanku. Mereka itu anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Senang rasanya bisa membuat mereka tertawa dan tersenyum pagi ini.

"Miss! Saya boleh pindah ke kursi depan? duduk disebelah Fidan", tanya Jonathan sambil mengangkat tangan kanannya. "Iya Miss, saya sendirian. Alvin gak masuk lagi karena masih sakit", sahut Fidan kemudian. "Oh, iya, boleh Jo. Pindah saja ke kursi di sebelah Fidan", jawabku. Jonathan segera berdiri dari kursinya di baris ke dua dari belakang, dua baris di belakang meja Fidan. Ia pun dengan sumringah menghampiri Fidan.

Tepat setelah itu, ...
"Miss! Saya juga pindah ya ke kursi di samping Michele?", tanya Figo sambil mengangkat tangan kanannya. Kursi di sebelah Michele menjadi kosong setelah Jonathan pindah ke kursi depan. "iya, boleh, boleh. Pindahlah!", jawabku singkat dan disusul dengan suara Mawar yang juga bertanya hal yang sama, "Miss! Saya juga mau pindah ke samping Silvina ya?". "iya, boleh, ayo, cepat pindahnya, Mawar!" kataku sambil menyegerakan Mawar bergerak dengan isyarat tangan. "Ada lagi yang mau pindah tempat duduk?", tanyaku pada mereka semua. Bukannya menjawab pertanyaanku, Michele malah berkata, "tumben, Miss hari ini baik" dan disambut dengan obrolan-obrolan anak-anak yang lain menanggapi pernyataan Michele itu. Obrolan-obrolan yang semakin berkembang dan akan jadi berisik jika tidak segera aku hentikan.

Everyone!!! Please silent!!
aku pun harus berteriak ditengah riuhnya suara mereka, untuk meredam keseruan obrolan mereka. Alhamdulillah, mereka segera menghentikan obrolan mereka dan kelas kembali tenang. Saatnya aku kembali mengambil alih kelasku ini. :D "Okay! Please collect your mid term test paper which already signed by your parent now! And collect your task also".

Seorang siswa laki-laki bertubuh gemuk dengan wajahnya yang bulat itu menghampiriku sambil menyerahkan kertas ulangan dan kertas tugasnya. Namanya Bimo. Bimo datang dengan mengembangkan senyum lebarnya dan berkata, "Miss, ini kertas ulangan saya yang sudah ditandatangan mamah saya. Saya gak dimarahin dong, Miss. Soalnya, kata mamah, gak apa-apa nilai saya dibawah 70 atau remedial, asal nilai saya gak di bawah 60. hehehe. Tapi, kan satu nilai saya ada yang 58, jadi mamah marah juga deh sedikit". "oh ya? oke! sekarang kembali ke tempat dudukmu ya Bimo", kataku menanggapi cerita singkatnya. Sejujurnya, aku agak terkejut mendengar cerita Bimo itu. Namun, bagaimanapun juga mereka masihlah anak-anak yang tak berdaya menghadapi sistem pendidikan yang memberikan beban belajar yang begitu banyak. Anak-anak yang kekurangan waktu untuk bermain dan menghabiskan waktu bersama orang tuanya yang mungkin sibuk bekerja. Akan lebih menyedihkan jika mereka juga kehilangan dukungan dari orang tuanya sendiri. Untuk cerita Bimo itu, tersirat "dukungan" dari orang tuanya yang membolehkannya mendapat nilai kurang dari 70 (angka ketuntasan belajar minimal).

 Satu persatu mereka mengumpulkan tugas dan kertas ulangan di mejaku, lalu kembali ke kursi masing-masing. Beberapa anak tidak mengumpulkannya dengan alasan lupa. Well, I'll give them another chance to give it another day. Tanpa buang waktu, langsung saja aku memerintahkan mereka membuka buku pelajaran mereka dan membacanya saat itu juga. Sementara aku menyiapkan laptop dan proyektor sebagai media pembelajaran hari ini, karena hari ini aku akan memberikan penjelasan dengan menggunakan power point presentation. :)

Alhamdulillah. Pembelajaran hari ini berjalan lancar, baik, dan menyenangkan. :) Semoga seterusnya baik dan menyenangkan.

3 komentar: