entah kenapa aku ingin pakai kata-kata itu sebagai judul untuk tulisan kali ini. yah, mungkin ada hubungannya, yaitu dimana situasi yang terjadi terasa 'tidak jelas'.
oke. so, this is the story...
actually, from the first meeting with the vice-headmaster-of school (where my ppl placed), he said that our period of ppl would be end by the end of Idul Fitri. and today, was the third-day from the first day school after Idul Fitri's holiday run up. and it's mean that my ppl with my friends should be stop. I knew that. Even I'm happy to hear that. but, -_-" because of something, I and my friends are still ppl there.
today, one of our teacher asked to us, 'when the ppl will end?" as if she ...
whereas, I and my friends wanted to finish it soon... XD so, we can focus on our thesis soon..
nevertheless, we (I and my friends) can a little bit do our thesis :)
Blog yang Saya ikuti
Selasa, 13 September 2011
Sabtu, 03 September 2011
Di Bawah Lindungan Ka'bah

Sebuah judul novel yang unik, sastra melayu karya seorang ulama yang unik pula, Buya Hamka. Perpaduan dua keunikan itulah yang membuatku tertarik membaca novel klasik itu, judulnya, Di Bawah Lindungan Ka'bah. Dan di bulan Agustus ini, suatu film production house mengangkat kisah dari novel tersebut ke film bioskop dengan judul yang sama. Film tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, antara lain Herjunot Ali, Didi Petet, Laudia Cyntia Bella, dan Widyawati. Setting latar belakangnya pun cukup bagus, sebuah perkampungan Padang tempo dulu, dengan deretan rumah gadang serta pemandangan alam yang indah.

Acting Junot sebagai Hamid, aku nilai cukup bagus. Jika di rating dari 1-5, maka aku beri angka 3,75. ^-^ Tetapi, acting Bella sebagai Zainab masih kurang mengena buatku. Dan sedihnya, alur cerita film tidak memuaskan buatku. Jauh lebih mengharukan jika kita membaca kisahnya di novel, daripada menonton film itu. Hmm, untungnya, cukup banyak kata-kata bagus yang masih ditonjolkan, seperti saat Hamid (Junot) memanjatkan doa di damping Ka'bah. Indahnya...
Satu hal lagi, menonton film ini, lumayan jadi tahu bahasa padang deh.. :D (walau yang aku ingat betul, cuma satu sih: 'waang'. hehehe...)
Jadi, mending baca novelnya aja deh, buat para penggemar sastra, terutama sastra klasik melayu. ;) Buya Hamka, keren. Semoga Allah SWT menerima/menempatkan beliau di sisi-Nya. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)